Senin, 13 Mei 2013

Kencan Dengan Tuhan


Bacaan: Roma 12:15
"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis."


Renungan:
Suatu kali sepasang suami istri kehilangan anak semata wayang mereka yang meninggal karena kecelakaan. Karena tidak mampu menerima kenyataan pahit tersebut, mereka mendatangi beberapa hamba Tuhan dan menyampaikan semua kekecewaannya. Para hamba Tuhan itu menjawab bahwa itu semua adalah kehendak Allah, sambil mereka mengutip ayat-ayat dalam Alkitab. Tapi usaha para hamba Tuhan itu sia-sia karena telinga pasangan suami istri itu sepertinya sudah tuli terhadap firman Tuhan. Akhirnya mereka menemui salah seorang wanita yang tua dan lemah di gereja mereka. Wanita tua itu tidak mengutip ayat-ayat firman Tuhan, tetapi yang dilakukannya hanyalah diam dan membuka tangannya lebar-lebar, melingkarkannya ke bahu kedua pasangan itu dan menangis bersama-sama mereka.
Kadang-kadang ketika jawaban teologis tidak dapat memuaskan dan menjawab banyak kejadian yang merupakan teka-teki kehidupan dan rahasia ilahi, mungkin kita hanya perlu berdiam diri dan memberi jawaban dalam bentuk lain. Jawaban tanpa kata-kata dapat berupa empati serta perhatian yang tulus kepada orang-orang yang ada dalam masalah. Kasih serta perhatian yang tulus banyak kali menjadi jawaban yang sebenarnya sedang dicari orang. Ada kekuatan dan penghiburan ketika seseorang tahu bahwa ada orang yang mau ikut merasakan penderitaan mereka.
Ada satu bentuk pelayanan yang sering kita lupakan, yaitu pelayanan dalam bentuk kasih serta perhatian, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" (Rm 12:15). Mungkin salah seorang anggota keluarga dan kenalan anda butuh kasih dan perhatian yang lebih dibandingkan dengan kata-kata. Marilah kita menjadi berkat bagi orang lain melalui empati dan perhatian khusus bagi mereka yang saat ini sedang mengalami masalah. Tuhan memberkati.

0 komentar: